Skip to content
GPIB Indonesia

GPIB Indonesia

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Primary Menu
  • Tentang GPIB
    • Visi dan Misi
    • Pemahaman Iman
    • Majelis Sinode GPIB
    • Presbiterial Sinodal
    • PKUPPG
  • DIREKTORI
    • Departemen
    • Yayasan
      • YAPENDIK
      • YAYASAN DIAKONIA
      • YAYASAN KESEHATAN
  • Berita & Artikel
    • SINODE
    • Kegiatan
      • M I S I O N E R
      • D I A K O N I A
    • Kegiatan PELKAT
      • PELKAT PA
      • PELKAT PT
      • PELKAT GP
      • PELKAT PKP
      • PELKAT PKB
      • PELKAT LANSIA
    • P E R S P E K T I F
      • I N S P I R A S I
      • Sosok
  • Sabda Digital
  • Radio GPIB
  • Hubungi Kami
  • Home
  • SINODE
  • Puncak Pandemi Pertengahan Juni, Berakhir Agustus, New Normal Jadi Pilihan
  • SINODE

Puncak Pandemi Pertengahan Juni, Berakhir Agustus, New Normal Jadi Pilihan

Redaksi Arcus June 2, 2020 2 minutes read
54569611-d188-4b10-9052-68af250ab809

GPIB, Jakarta – Siapapun harus mentaati aturan atau protokol kesehatan denga ketat, apalagi vaksin belum ditemukan. Karenanya hidup dalam kondisi Normal Baru adalah pilihan tepat

Mengatakan itu, dr. Prima Yosephine Hutapea, Mkm Kepala Subdit Penyakit DM dan Gangguan Metabolik, Kementerian Kesehatan RI ketika berbicara dalam diskusi bertema “Siapkah Kita Menggereja Secara Daring”  yang dipandu Pdt  Alexius Letlora, D.Th, Senin (1/6/2020) ini. 

“Kalaupun vaksin sudah ditemukan, kendalanya hanya bisa diproduksi sebanyak 6000 per hari. Sementara kebutuhan dunia dengan penduduknya yang besar tidak mememungkinkan untuk langsung bisa mendapatkan,” kata Prima. Diharapkan, Indonesia bisa memproduksi sendiri vaksin untuk mengatasi ketergantungan dari luar.

Puncak pandemi diperkirakan akan terjadi pada pertengahan Juni dan berakhir pada Bulan Agustus bila diikuti dengan intervensi moderat deteksi massive pada 50% penduduk disertai containment yang ketat dimulai dari rumah, RT, RW, Kelurahan, dan Kecamatan. Bila tidak dilakukan intervensi, maka skenario terburuk adalah akhir pandemi belum dapat diprediksi

“Kasus di Indonesia masih fluktuatif dan belum dapat ditarik kesimpulan bahwa kurva jumlah kasus akan melandai karena masih harus melihat perkembangan kasus beberapa hari ke depan. Perlu dipersiapkan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19,” tutur Prima dalam acara yang digagas Komunitas DeWe yang juga menhadirkan tiga narasumber lainnya Prof Pdt Dr. John C. Simon, Pdt Dr. Josef M.N Hehanussa MTh dan Praktisi IT Aldrin Purnomo.  

PSBB tidak dapat langsung diakhiri dan kembali ke kondisi sebelum ada epidemi Covid-19. PSBB dapat dilonggarkan bukan diakhiri tergantung dari kondisi epidemi dan dapat diketatkan kembali. /fsp

About the Author

Redaksi Arcus

Contributor

Visit Website View All Posts

Tinggalkan Komentar / Pesan Anda disini

Post navigation

Previous: Persidangan Sinode Secara Online atau Ditunda, Apa Kata Tiga Narasumber Ini?
Next: 4 Puskesmas di Jakarta Pusat Mendapat Bantuan APD

Related Stories

WhatsApp Image 2026-05-18 at 15.59.13
  • GERMASA
  • Misioner
  • SINODE

POK Germasa GPIB 2026 Seperti Lemhanas Kecil

GPIB May 18, 2026
Pendeta Nitis
  • Kegiatan
  • SINODE
  • Slide

Pendeta Nitis Resmikan Pelembagaan GPIB Jemaat Agape Mersam Jambi

GPIB May 17, 2026
K1
  • Featured
  • PELKES
  • SINODE
  • Slide

Program Bincang Pendeta untuk Beri Semangat di Pos Pelkes

GPIB May 11, 2026

Kategori Artikel

  • DIAKONIA
  • Featured
    • Slide
  • INFO VIKARIS
  • Kegiatan
    • DIAKONIA
    • Misioner
      • GERMASA
  • Kegiatan PELKAT
    • PELKAT GP
    • PELKAT PA
    • PELKAT PKB
    • PELKAT PKP
    • PELKAT PT
    • PLEKAT LANSIA
  • PELEMBAGAAN
  • PELKES
  • Perspektif
    • Arcus
    • Inspirasi
    • Sosok
  • SINODE
    • Agenda
    • Pesan-Pesan
    • PSR XXII
  • STIKES
    • YAYASAN
      • YANKES

Hubungi Kami

Majelis Sinode GPIB
Jl. Merdeka Timur. No.10
Gambir, Kota Jakarta Pusat
Jakarta, Indonesia
P: (021) 384 2895
P: (021) 384 9917
F: (021) 385 9250
E: admin@gpib.or.id

Direktori

  • Yayasan
  • Departemen
  • Musyawarah Pelayanan
Copyright © GPIB Indonesia | MoreNews by AF themes.