GPIB – Jakarta, Persidangan Sinode Tahunan (PST) 2026 sepakat Departemen Inforkom Litbang (Informasi, Komunikasi, penelitian, dan Pengembangan) menjadi ujung tombak pengembangan sistem informasi dan database pelayanan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB).
PST GPIB 2026 berlangsung selama 4 hari, mulai 11 Februari 2026 sampai 14 Februari 2026, di Hotel Peninsula, Jakarta. Kegiatan itu dilakukan secara hybrid, dan dihadiri oleh utusan dari 356 jemaat GPIB di 26 provinsi di Indonesia.
Menurut Ketua V Fungsionaris Majelis Sinode (FMS) GPIB, Penatua Maxi D.A. Hayer, mandat tersebut menjadi kepercayaan sekaligus tanggung-jawab besar yang semaksimal mungkin akan diwujudkan Departemen Inforkom Litbang berkolaborasi dengan seluruh departemen dan unit misioner hingga 356 jemaat.
Mandat tersebut tidak terlepas dari semangat transformasi dan kolaborasi yang diusung FMS GPIB periode 2025-2030 sesuai amanat Pokok-pokok Kebijakan Umum Panggilan dan Pengurusan (PKUPPG) Tahap III hasil Persidangan Sinode Raya (PSR) 2025, yang mengusung dua bidang prioritas, yaitu Teologi dan Persidangan Gerejawi (TPG) dan Inforkom Litbang.
Hal ini, menjadi dasar peserta PST 2026 menyepakati beberapa kegiatan yang dulunya dilakukan terpisah oleh masing-masing departemen, sekarang di bawah koordinasi Inforkom-Litbang, yang menjadi ujung tombak dalam memperlengkapi persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi program.
“Pertimbangannya karena kita hidup di era digital, disepakati bahwa Inforkom Litbang akan menjadi leader bagi semua unit misioner dalam pengembangan sistem informasi dan database,” kata Maxi.
Sementara Ketua Departemen Inforkom Litbang GPIB, Penatua Petrus Lasut, menyampaikan seiring dengan semangat transformasi dan kolaborasi, banyak program yang tadinya dilaksanakan Departemen dan Uni Misioner Majelis Sinode GPIB kini dialihkan ke Departemen Inforkom Litbang.
“Biasanya program Departemen Inforkom Litbang tidak banyak, tapi sesuai hasil PKA GPIB Tahun 2026-2027 yang telah disepakati, ada 52 mata program di Departemen Inforkom Litbang, dengan 3 program prioritas,” kata Penatua Petrus.
Tim Database Sinodal Terpadu
Ketua V FMS GPIB menjelaskan, dalam PST yang berlangsung tertutup untuk publik tersebut, para peserta menyampaikan harapan besar agar Departemen Inforkom Litbang dapat membuat sistem database atau platform (aplikasi) secara komprehensif, yang dapat membantu jalannya program departemen, unit misioner, hingga 356 jemaat.
“Berdasarkan berbagai harapan tersebut, PST 2026 memutuskan Departemen Inforkom Litbang menjadi leader dalam pembentukan Tim Database Sinodal Terpadu GPIB,” ungkap Penatua Maxi.
Terkait dengan itu, fokus Departemen Inforkom Litbang pada tahun 2026-2027 adalah memperkuat basis data, dengan melakukan profiling jemaat. Dalam hal ini, Departemen Inforkom litbang hanya membuat tools untuk kualifikasi data jemaat secara global, tapi yang memiliki data rinci adalah 356 jemaat GPIB.
Ketua Departemen Inforkom Litbang GPIB mengungkapkan, untuk membangun Database Sinodal Terpadu GPIB dibutuhkan kepercayaan dan dukungan 356 jemaat, karena menyangkut isu keamanan data.
Untuk itu, Departemen Inforkom Litbang hanya menyiapkan tools yang akan diisi jemaat, tapi yang memiliki data adalah jemaat masing-masing. Artinya, data yang dikumpulkan dalam Database Sinodal Terpadu GPIB bersifat global, sedangkan data rinci dimiliki 356 jemaat GPIB.
Dia berharap, setiap peserta PST 2026 GPIB dapat menyosialisasikan tugas besar Departemen Inforkom Litbang untuk membangun Sistem Database Sinodal Terpadu GPIB, sehingga dapat dipercaya dan didukung jemaat.
“Bagi kami kepercayaan itu penting, dan kami berupaya membangun kepercayaan itu, karena yang kami lakukan tanpa intensi apapun tapi pure untuk pelayanan. Database yang dibangun dari jemaat tujuannya supaya pelayanan tepat sasaran, dan membantu Majelis Sinode GPIB menghasilkan keputusan dan program yang berbasis data,” tutur Penatua Petrus.
Informasi dan Komunikasi
Terkait mandat menjadi leader di bidang informasi dan komunikasi, Departemen Inforkom Litbang juga dipercaya memproduksi semua video informasi atau promosi program dari seluruh departemen dan unit misioner Majelis Sinode GPIB.
Media pemberitaan dan penyiaran juga diaktifkan sebagai sarana informasi terkait kebijakan dan pelaksanaan program, dari tingkat Majelis Sinode hingga jemaat di pos-pos pelayanan.
Selain itu, ada terobosan baru dari Departemen Inforkom Litbang di periode ini, yakni keberadaan tim hubungan masyarakat (humas), yang akan menata dan mengkoordinir komunikasi publik Majelis Sinode GPIB.
“Keberadaan tim humas ini merupakan terobosan baru dari Departemen Inforkom Litbang, karena kami merasa bahwa selama ini Majelis Sinode GPIB belum punya sistem kehumasan atau juru bicara, dengan komunikasi publik yang tertata baik. Jadi dengan adanya tim humas, ke depan publikasi Majelis Sinode GPIB akan lebih tertata dan terkontrol,” tutur Penatua Maxi. (JA)

