GPIB, Bogor – Pembekalan vikaris tahun ke dua periode 2025/2026 resmi dibuka Majelis Sinode XXII GPIB yang diwakili Plt Sekretaris Umum Pdt.Emmawati Yulia Rumampuk-Baule didampingi Ketua III Pdt.Sarah Tahitu-Hengkesa, Ketua IV Pnt.Wicklief Ferdy Luwy Leunufna serta Bendahara I Pnt.Gabby Manalu-Sadoek, juga bersama tim kerja Pemendetaan MS XXII GPIB pada Senin (7/9) di Wisma Remaja PGI, Cisarua, Bogor.
Dalam arahannya melalui media zoom, Ketua Umum MS XXII GPIB. Pdt.Nitis Putrasana Harsono menyampaikan bahwa pembekalan ini menjadi bagian yang penting untuk memulai tanggung jawab panggilan sebagai pelayan firman dan sakramen dalam jajaran Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB).

“Pembekalan ini memberikan juga semangat kegairahan baru untuk kita semua, khususnya bagi para vikaris yang akan mengakhiri masa tugasnya dan siap menghadapi segala macam tentangan kesulitan dan siap juga mengembangkan tanggung jawabnya dan di situ juga dalam kesederhanan pertumbuhan iman tidak akan membuat patah semangat karena telah mengecap kebaikan kasih karunia Tuhan dari waktu ke waktu,” kata Ketum Pdt.Nitis.
Pdt.Nitis juga mengingatkan seluruh vikaris untuk tetap punya semangat melayani Dia. “Dengan tiga moto, yakni misioner, transformatif, dan pastoral kiranya saudara dapat untuk siap diutus, siap melayani Kristus dengan penuh keterbukaan dalam dunia untuk melayani Kristus di tengah masyarakat. Pahami jemaat, kenali konteks, kenali budaya, keadaan, ekonomi, atmosfer yang berkembang dalam masyarakat, sehingga mampu untuk menyesuaikan dengan keadaan yang ada tetapi juga mampu untuk berkreativitas, mampu untuk berkarya,” tandasnya.
Selepas arahan Ketua Umum Pdt.Nitis kegiatan dilanjutkan dengan ibadah pembukaan dipimpin pelayan firman Pdt.Bendjamin Louhenapessy dan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan tanda pengenal bagi peserta yang diwakili dua vikaris menandakan kegiatan pembekalan dimulai.
Meski ada sejumlah vikaris yang terlambat datang karena kendala debu Gunung Anak Krakatau, sekira 58 vikaris mengikuti kegiatan pembekalan dengan semangat.
Vikaris Stefanus Siwalette yang menjalani tahun keduanya di GPIB Cinere, Depok mengaku sangat senang dan terharu.

“Saya merasa terharu dan senang karena sudah boleh berada di tahap ini dan dalam persiapan diteguhkan, ada ruang untuk berefleksi dalam pembekalan ini. Bagi saya, kegiatan ini tidak hanya bersifat mempersiapkan secara kognitif tapi membentuk spiritualitas menjelang peneguhan,” akunya.
Sementara menurut Vikaris Almeita Latumeten kegiatan ini menarik dan inspiratif. “Bagi saya khususnya di bidang Germasa karena apa yang saya alami itu bisa didiskusikan dalam pembekalan ini dan memberikan inspirasi serta solusi yang bisa diterapkan ketika turun dalam pos pelayanan dan kesaksian nanti,” kata Vikaris Almeita yang melayani tahun kedua masa vikariatnya di GPIB Tamansari, Salatiga, Jawa Tengah.
Salah satu anggota tim kerja pemendetaan dari Departemen TPG Pdt.Margie Ririhena menjelaskan bahwa kegiatan ini bagi para vikaris sebagai calon pelayan firman dan sakramen GPIB bertujuan untuk berhenti sejenak, merenung, berdoa, dan menguji kembali panggilan yang Tuhan taruh di dalam hati mereka sebagai calon pendeta.

“Apa yang kami lakukan dalam pembekalan ini adalah ingin belajar dari gambaran karakter Yesus, yang adalah pelayan, sahabat dan pendamai, yang menjadi spiritualitas warga dan pelayan GPIB, yaitu spiritualitas sahabat, pelayan dan pendamai.” Pembekalan ini bukan ujian untuk mencari siapa yang paling pintar atau yang terbaik. Ini adalah masa pembentukan. Departemen Teologi bersama para nara sumber, tim kerja dan Majelis Sinode berkomitmen mendampingi para vikaris agar Roh Kudus yang memanggil para vikaris, Dia juga yang akan memperlengkapi dan meneguhkan mereka,” ujar Pdt.Margie dalam sambutan mewakili tim kerja
Pada hari kedua, peserta dibekali dengan materi Pemantapan Wawasan GPIB serta studi kasus dan Tanggung Jawab Pendeta GPIB. Salah satunya soal pengelolaan dan pelaporan keuangan oleh Ketua IV MS XXII GPIB Pnt.Wicklief Ferdy Luwy Leunufna.
Pembekalan dimulai Senin-Jumat (7-11 September 2026) dengan sejumlah materi yang disampaikan oleh narasumber menjadi bekal yang dibutuhkan oleh para vikaris.(lip)
