Skip to content
GPIB Indonesia

GPIB Indonesia

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Primary Menu
  • Tentang GPIB
    • Visi dan Misi
    • Pemahaman Iman
    • Majelis Sinode GPIB
    • Presbiterial Sinodal
    • PKUPPG
  • DIREKTORI
    • Departemen
    • Yayasan
      • YAPENDIK
      • YAYASAN DIAKONIA
      • YAYASAN KESEHATAN
  • Berita & Artikel
    • SINODE
    • Kegiatan
      • M I S I O N E R
      • D I A K O N I A
    • Kegiatan PELKAT
      • PELKAT PA
      • PELKAT PT
      • PELKAT GP
      • PELKAT PKP
      • PELKAT PKB
      • PELKAT LANSIA
    • P E R S P E K T I F
      • I N S P I R A S I
      • Sosok
  • Sabda Digital
  • Radio GPIB
  • Hubungi Kami
  • Home
  • Kegiatan
  • Misioner
  • Pdt.Henry: “Jemaat GPIB Harus Membangun dan Mendukung Sistem GTB”
  • Featured
  • Kegiatan
  • Misioner
  • PELKES
  • Slide

Pdt.Henry: “Jemaat GPIB Harus Membangun dan Mendukung Sistem GTB”

GPIB April 25, 2026 4 minutes read
K1

GPIB, Jakarta – Ketua I Majelis Sinode GPIB XXII Pdt.Henry Tamaela menyampaikan bahwa seluruh jemaat GPIB harus mendukung membangun sistem gereja tangguh bencana (GTB). Hal itu disampaikan dalam sambutan acara diskusi daring gereja tangguh bencana dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana nasional yang dilakukan lewat zoom, Sabtu (25/4) dihadiri 160 peserta dari perwakilan GPIB dan anggota jemaat lainnya di bawah PGI. Selain Ketua I MS GPIB, juga dihadiri Sekretaris I MS GPIB XXII Pdt.Emmawati Baule.

“Gereja tangguh bencana adalah upaya preventif, upaya perencanaan jika ada bencana ekologis dan bahaya-bahayanya. Juga ada upaya defensif dan didalamnya ada tiga hal upaya yang dilakukan, pertama yaitu upaya dalam menahan ketika bencana terjadi, kedua yang ketia upaya kuratif, dan ketiga upaya untuk memulihkan diri secara cepat ketika ada bencana terjadi,” kata Pdt.Henry.

Ketua 1 MS GPIB menambahkan, guna memulai upaya-upaya itu memerlukan kesadaran gereja untuk ikut berpartipasi dalam tiga upaya dalam sistem GTB tadi.


“Dalam hal ini kita akan mencanangkan ada 5 jemaat yang menjadi role model dalam mewujudkan menjadi gereja tangguh bencana, yaitu GPIB Banda Aceh yang dipilih karena pengalaman Banda Aceh menghadapi gelombang dan tsunami, GPIB Marturia Jambi yang dipilih terkait kebakaran hutan. Juga ada GPIB Galilea Cilacap yang dipilih terkait dengn bencana industri, ke empat GPIB Pniel Dayeuh Kolot, Bandung karena bencana banjir dan ke lima GPIB Pancaran Kasih Lumajang yang menghadapi erupsi gunung berapi. Lima inilah yang dicanangkan dan sekaligus sosialisai dari Jakomkris PGI bersama Departemen Pelkes GPIB dan jejaring-jejaring lainnya, juga BNPB sehingga sama-sama bisa membangun sistem ini secara perlahan-lahan. Ketika peristiwa banjir di Sumut, mau tidak mau harus memulai sistem gereja tangguh bencana. Semoga kita semua satu hati, satu pikiran dan semua jemaat dapat mensupport dan mendukung program GTB ini.” Pdt.Henry Tamaela, Ketua MS GPIB.

Pnt.Chris Wangkai mewakili CC MS GPIB juga menyampaikan hasil survey Jakomkris dari tahap pertama 98 responden yang sudah masuk terdapat 5 jenis ancaman bencana alam yang memiliki potensi kejadian dan dampak yang besar yaitu banjir 35 %, gempa bumi 18 %, angin putting beliung/angin topan 15 %, kekeringan 11 %, dan tanah longsor 10 %.

“Ancaman bencana hidrometeorologi menempati posisi potensi kemungkinan/probabilitas dan dampak yang dinilai besar/tinggi, hal ini berdasarkan pengalaman dan penilaian responden. Dan potensi ancaman gempa bumi juga cukup besar,” tambah Pnt.Chris.

Hasil lainnya disampaikan Pnt.Chris, ada 3 jenis ancaman bencana non alam yang memiliki potensi kejadian dan dampak besar. “Endemic dan wabah penyakit 44 %, kebakaran pemukiman/pabrik 24 %, dan kegagalan modernisasi (pembangunan yang mengabaikan risiko, dll) 15 %. Ini perlu diwaspadai untuk kita semua bagi jemaat sehingga antisipasinya dapat disiapkan,” ujarnya.

Di bagian akhir Pnt.Chris menyampaikan belum semua jemaat-jemaat menyediakan dana dan memasukan dalam program kerja anggaran sehingga perlu terus dipikirkan dan diantisipasi.

Sementara menurut Pdt.Bertha Lasampa dari Sinode GKST, hasil survey yang dilakukan Jakomkris ke gereja-gereja menekankan bahwa gereja harus mampu mendeteksi akan adanya bencana dan membangun kesadaran bagi jemaatnya.

“Gereja juga harus membangun komunitasnya atau jemaat bahwa urusan bencana bukan urusan pemerintah tapi juga tanggung jawab gereja dan mempu menggunakan sumber dayanya yang dimiliki untuk mengantisiapsi bencana,” katanya Pdt.Bertha.

Ia menambahkan menyampaikan apa yang harus dilakukan, yaitu membangun mitigasi dan peningkatkan mengahdapi bencana harus menjadi fokus gereja sehingga mengurangi risiko bencana bahkan mengurangi dampak dana dan korban.

Pdt.Bertha juga mendorong untuk menyatukan berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan untuk menanggulangi risiko bencana. “Sehingga kita tidak sendiri-sendiri dalam bergerak tapi secara bersama-sama karena hasilnya akan semakin lebih luas ketika menghadapi bencana,” tandasnya.

Di bagian akhir Ketua I MS GPIB Pdt.Henry juga menyampaikan akan membawa hasil survey dan pemetaan secara sinodal untuk dibicarakan kepada semua fungsionaris MS sehingga ini bukan kebutuhan bidang Pelkes saja tapi semua bidang di GPIB untuk melakukan sistem GTB.

Sekretaris I MS GPIB XXII Pdt.Emmawati Baule mendukung kegiatan ini sehingga terbangun jejaring dan informasi yang berkembang dapat ditampung dan dibangun pada jemaat-jemaat. “MS GPIB XXII bergandengan tangan bersama UPB CC GPIB dan mupel-mupel untuk siap menjalani kegiatan ini,” kata Pdt.Emma.(lip)



About the Author

GPIB

Administrator

GPIB

Visit Website View All Posts

Tinggalkan Komentar / Pesan Anda disini

Post navigation

Previous: Penanaman Bibit Bunga Mary Gold dan Gumitir di GPIB Jembrana untuk Tingkatkan PEG
Next: Peringati HKBN Mupel Banten Gelar Safety Talk

Related Stories

WhatsApp Image 2026-06-19 at 08.37.07
  • PELKES
  • SINODE

Periksa Kesehatan dan Kacamata bagi Lansia Kerjasama dengan Puskesmas Kramat Jati dan UKI

GPIB June 19, 2026
DSC07693
  • Featured
  • PELKES
  • SINODE
  • Slide

Wabup Tapteng Apresiasi GPIB: Gereja Berperan Strategis Edukasi Kebencanaan

Arthur Teesen June 17, 2026
Baksos Siloam
  • PELKES
  • Slide

Baksos “Siloam Berkarya” Wujud Nyata Kasih Kepada Sesama

GPIB June 13, 2026

Kategori Artikel

  • DIAKONIA
  • Featured
    • Slide
  • INFO VIKARIS
  • Kegiatan
    • DIAKONIA
    • Misioner
      • GERMASA
  • Kegiatan PELKAT
    • PELKAT GP
    • PELKAT PA
    • PELKAT PKB
    • PELKAT PKP
    • PELKAT PT
    • PLEKAT LANSIA
  • PELEMBAGAAN
  • PELKES
  • Perspektif
    • Arcus
    • Inspirasi
    • Sosok
  • SINODE
    • Agenda
    • Pesan-Pesan
    • PSR XXII
  • STIKES
    • YAYASAN
      • YANKES

Hubungi Kami

Majelis Sinode GPIB
Jl. Merdeka Timur. No.10
Gambir, Kota Jakarta Pusat
Jakarta, Indonesia
P: (021) 384 2895
P: (021) 384 9917
F: (021) 385 9250
E: admin@gpib.or.id

Direktori

  • Yayasan
  • Departemen
  • Musyawarah Pelayanan
Copyright © GPIB Indonesia | MoreNews by AF themes.