Entikong, Kalimantan Barat – Yayasan Kesehatan GPIB (Yankes) menghadirkan pelayanan bakti sosial kesehatan bagi jemaat di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia melalui rangkaian Safari Pelayanan Kesehatan (Pelkes) Departemen Pelkes Majelis Sinode GPIB. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 23–24 Juli 2026, di GPIB Jemaat “Immanuel” Serangkang dan Pos Pelkes “Gerbang Sorga” Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Bagi jemaat di wilayah Musyawarah Pelayanan (Mupel) Kalimantan Barat, kehadiran Safari Pelkes dan Yankes merupakan momentum yang dinantikan. Selain mempererat persekutuan, kegiatan ini menghadirkan pelayanan kesehatan secara langsung bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.

Ketua Mupel Kalbar, Pdt. Ridwan Purba, menyampaikan bahwa Safari Pelkes bersama Yankes merupakan wujud nyata kasih Allah yang hadir melalui pelayanan gereja. Menurutnya, kegiatan ini mempertemukan jemaat dengan para pendeta, Majelis Sinode, dan pengurus Yankes dalam rangkaian pelayanan yang meliputi persekutuan, pemberitaan firman, hingga pelayanan kesehatan. Ia berharap kegiatan tersebut semakin mempererat kasih dan persaudaraan di lingkungan Mupel Kalbar.

Nuansa budaya lokal turut mewarnai pembukaan kegiatan. Kepala Adat Serangkang, Pak Apen, menyerahkan seekor ayam cemani sebagai simbol penyambutan adat yang melambangkan harapan akan keselamatan dan kesehatan bagi seluruh tamu yang datang. Tradisi tersebut menjadi gambaran eratnya hubungan gereja dengan masyarakat adat setempat.

Jemaat “Immanuel” Serangkang sendiri melayani sekitar 140 kepala keluarga atau kurang lebih 1.000 jiwa. Saat ini pelayanan jemaat dipimpin oleh Pdt. Benni Amor Salutevi Ecclesi.
Mewakili Departemen Pelkes Majelis Sinode GPIB, Wakil Ketua Departemen Pelkes, Pdt. Ronald Marbun, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berjumpa dengan jemaat di perbatasan. Ia menilai penyambutan melalui adat menjadi cerminan kuatnya semangat persekutuan. Selain memberikan pelayanan kesehatan, rombongan juga berdiskusi mengenai potensi pengembangan ekonomi gereja melalui sektor perkebunan agar sumber daya alam setempat dapat dikelola secara lebih komprehensif. Kehadiran Yankes, menurutnya, menjadi bukti bahwa kepedulian gereja diwujudkan melalui tindakan nyata.


Pelayanan kesehatan yang diberikan merupakan bagian dari program rutin Yankes yang dipadukan dengan agenda Safari Pelkes. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah peserta. Lebih dari 350 orang mengikuti berbagai layanan yang disediakan, mulai dari pemeriksaan kolesterol, gula darah, asam urat, tekanan darah, pemeriksaan gigi, hingga pembagian kacamata dan bantuan perlengkapan bayi.

Ketua Yankes GPIB, dr. Griselda P.S. Aer, Sp.KP, menjelaskan bahwa pelayanan tersebut memiliki makna ganda. Secara internal, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program pelayanan GPIB, sedangkan secara eksternal menjadi wujud nyata menghadirkan kasih karunia Allah di tengah jemaat dan masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan serta mengucapkan terima kasih atas antusiasme jemaat dan warga selama pelaksanaan bakti sosial.

Rombongan Yankes yang berjumlah 17 orang dari Jakarta tersebut kemudian melanjutkan pelayanan di Pos Pelkes “Gerbang Sorga” Suruh Tembawang yang berada di bawah pembinaan GPIB Jemaat “Immanuel” Serangkang pada hari kedua. Seperti hari sebelumnya, pembinaan jemaat berjalan beriringan dengan pelayanan kesehatan.

Mewakili masyarakat setempat, Jagambir Purba mengucapkan terima kasih atas kunjungan yang membawa pembinaan rohani sekaligus pelayanan kesehatan. Ia berharap perhatian yang diberikan dapat mendorong pertumbuhan jemaat di wilayah tersebut. Sementara itu, Pdt. Amor memaknai bakti sosial bagi jemaat di daerah 3T sebagai salah satu cara Tuhan menyatakan kasih-Nya melalui pelayanan gereja. Pdt. Dedy Christo Taneo, yang adalah Pendeta Jemaat GPIB IMMANUEL, Gerbang Sorga Suruh Tembawang ini juga menyambut kegiatan ini sebagai sumber sukacita dan semangat baru bagi jemaat, seraya berharap pelayanan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.

Ketua Yankes GPIB, dr. Griselda P.S. Aer, Sp.KP, kemudian juga menjelaskan bahwa pelayanan tersebut memiliki makna ganda. Secara internal, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program pelayanan GPIB, sedangkan secara eksternal menjadi wujud nyata menghadirkan kasih karunia Allah di tengah jemaat dan masyarakat. dr. Griselda mengungkapkan bahwa selama dua hari pelaksanaan bakti sosial, tim Yankes berhasil melayani 1.302 pelayanan kesehatan di dua lokasi. Di GPIB Jemaat “Immanuel” Serangkang tercatat 291 pelayanan, terdiri atas 247 pemeriksaan dan pengobatan umum serta 44 pelayanan kesehatan gigi. Sementara di Pos Pelkes “Gerbang Sorga” Suruh Tembawang diberikan 1.011 pelayanan, meliputi 517 pelayanan kesehatan umum, 75 pelayanan gigi, 200 pemeriksaan darah, dan 219 pembagian kacamata. Menurutnya, tingginya angka pelayanan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat akan akses layanan kesehatan di wilayah perbatasan sekaligus menjadi penyemangat bagi Yankes untuk terus menghadirkan pelayanan serupa di berbagai daerah pelayanan GPIB.

Seluruh rangkaian Safari Pelkes dan Bakti Sosial Yankes GPIB di Entikong ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua I Majelis Sinode GPIB, Pdt. Henry Teddy Tamaela. Pelayanan selama dua hari tersebut menjadi bukti nyata komitmen GPIB untuk terus menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan rohani sekaligus kesehatan masyarakat, termasuk bagi jemaat yang berada di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal di perbatasan negeri.at

