GPIb, Jakarta – Ada yang menarik dari penyelenggaraan pembukaan Persidangan Sinode Tahunan (PST) GPIB di Jakarta tahun ini. Musik-musik yang dimainkan dalam ibadah pembukaan PST secara khusus oleh tim musik Gita Bakti dengan nuansa tradisonal modern.
Budi Tegas Priyanto selaku pimpinan tim musik mengaku sangat senang diajak oleh panitia untuk mengisi ibadah pembukaan PST ini.
“Lagu-lagu dalam Gita Bakti adalah lagu-lagu dengan nuansa tradisional modern, sehingga alat musik yang menonjol juga alat tradisional, seperti suling, kendang, ukulele dan tambahan keyboard. Jadi, kedengarannya juga akan seperti musik tradisional, contoh lagu Arbab atau Jiwaku Ingin Bernyanyi Gita Bakti no 248 itu yang akan dibawakan nanti, kedengarannya Indonesia banget lah” kata Budi, Rabu (11/2) saat diminta keterangannya di sela-sela latihan sebelum pembukaan.
Budi menambahkan, personil tim musik terdiri dari 6 orang dan sejak dua tahun terbentuk lalu melayani sejumlah sinode dalam acara ibadah-ibadah.
“Dalam PST ini kan biasanya musik yang dimainkan jenis musik biasa, tapi kali ini kami diminta untuk mengiringi dengan semua dari seluruhnya dari Gita Bakti. Nah, ini juga menjadi concern kami untuk menampilkan lagu-lagu dari Gita Bakti. Karena ini juga disiarkan ke seluruh Indonesia sehingga menjadi ajang promosi untuk lagu-lagu Gita Bakti ini,” tambahnya.
Lagu-lagu yang dimainkan dalam ibadah pembukaan, antara lain “Umat Tuhan Mari Datanglah” GB no. 20, “Besar dan Ajaib” GB no. 22, “Ajar Kami Melakukan FirmanMu” GB no. 17, “Haleluya” GB no. 393, “KepadaMu Puji-pujian” GB no. 392a, “Tuhan Yesus Mengundang Kita” GB no.97, “Kumulai Dari Diri Sendiri” GB no.69, dan lagu “Mari Bawa Persembahan” GB no.80. ” (lip)

