Skip to content
GPIB Indonesia

GPIB Indonesia

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Primary Menu
  • Tentang GPIB
    • Visi dan Misi
    • Pemahaman Iman
    • Majelis Sinode GPIB
    • Presbiterial Sinodal
    • PKUPPG
  • DIREKTORI
    • Departemen
    • Yayasan
      • YAPENDIK
      • YAYASAN DIAKONIA
      • YAYASAN KESEHATAN
  • Berita & Artikel
    • SINODE
    • Kegiatan
      • M I S I O N E R
      • D I A K O N I A
    • Kegiatan PELKAT
      • PELKAT PA
      • PELKAT PT
      • PELKAT GP
      • PELKAT PKP
      • PELKAT PKB
      • PELKAT LANSIA
    • P E R S P E K T I F
      • I N S P I R A S I
      • Sosok
  • Sabda Digital
  • Radio GPIB
  • Hubungi Kami
  • Home
  • Kegiatan PELKAT
  • PELKAT PKB
  • Pdt.Wangkay: “…Gereja Ini Terkenal Tapi Tidak Berdampak!”
  • Kegiatan
  • PELKAT PKB

Pdt.Wangkay: “…Gereja Ini Terkenal Tapi Tidak Berdampak!”

GPIB August 4, 2026 4 minutes read
wangkay

GPIB, Jakarta – Dalam ranagka menysukuri Hari Ulang Tahun (HUT) Pelayanan Kategorial Perskutuan Kaum Bapak (Pelkat PKB) GPIB, Pelkat GPIB Horeb adakan ibadah yang berhubungan dengan PKUPPG ke 3 dikaitkan dengan bacaan Alkitab dari injil Matius 5: 13-16 yang dibawakan oleh Pdt.Em Adriano Wangkay pada Sabtu (1/8).

Dalam kotbahnya, Pdt.Wangkay menjelaskan bahwa GPIB sangat serius dan sungguh-sungguh untuk mempersiapkan semacam kerangka landas yang kuat, yang kokoh, yang konsisten agar apa yang diharapkan sebagai warga gereja, sebagai PKB akan nanti dituai.

“Jadi tugas kita sekarang menabur. Harapannya 20 tahun ke depan dan seterusnya atau 5 tahun ke depan sampai 20 tahun ke depan, apa yang kita taburi itu, apa yang kita semai itu dia akan berbuah,” katanya.

Lebih jauh Pdt.Wangkay menjelaskan bahwa cara berpikir tentang perubahan harus benar-benar terasa.

“Kita ingin gereja ini bukan hanya dikenal orang, tetapi semakin berdampak. Kita sudah sering melakukan tugas pelayanan, kita sudah sering mengerjakan banyak hal. Tetapi persoalan apakah ada pengaruh, ada dampak yang di dirasakan oleh orang lain? Banyak yang dikerjakan tapi sedikit pengaruhnya, sedikit dampaknya. Ada banyak catatan evaluasi yang kalau kita jujur, kita ungkap, kita evaluasi, kita analisis, kesimpulannya itu semacam gereja ini terkenal tapi tidak bergerak apa-apa sebenarnya. Jalan-jalan di tempat. Kenapa seperti itu? Ternyata dalam analisa PKUPPG, misi yang diemban gereja itu masih bersifat 60-70% itu urusannya internal, urusannya dapur sendiri. Kita sibuk ngurusin banyak hal di internal jemaat, tapi kurang terasa dampaknya. Ini penilaian umum atau genderal,” ujarnya.

Tidak berdampak, kata Pdt.Wangkay dapat dilihat dengan contoh berapa jumlah KK dalam jemaat.

“Saya berikan contoh sedikit, jumlah KK kita berapa ya? Contoh dari dari 10 berarti lebih 100 KK ya atau 600 KK. Dari 600 KK itu dalam ibadah Rabu 10 sektor, berapa tingkat kehadirannya? Apakah melebihi setengah atau kurang dari setengah jumlah KK di sektor? Tidak ya. Kondisi itu di semua GPB sama. Pertanyaan saya kepada Bapak Ibu, itu masalah atau bukan? Ok, masalah. Lalu, apa penyelesaiannya di sektor itu? Bawa ke SMJ tapi dari SMJ ke SMJ tidak ada jawabannya karena kita sibuk bangun infrastruktur dan bangga tapi dampaknya secara internal apakah jemaat itu bertumbuh makin mengasihi Yesus? Bisa dilihat dampak itu, misalkan sikap dari jemaat sehari-hari, persoalan-persoalan yang terjadi apakah itu menurun atau persoalan uang gereja yang hilang? Persoalan-persoalan internal itu sifatnya konsolidasi selama 40 tahun,” terangnya.

Atas dasar itulah, kata Pdt.Wangkay, GPB sepakat dalam persidangan sinode bulan Oktober 2025 di Makassar GPIb harus berubah.

“Firman Tuhan malam ini mau mengatakan kepada kita, kita ini harus menjadi dua, garam dan terang. Garam itu larut. Kalau gak larut gak dirasakan. Dengan dasar itulah maka saya mengajak kita melihat kalau gereja ini harus berubah tidak berarti perjalanan 40 tahun itu sia-sia. Tidak. Kita harus bangga gereja ini bisa begini. Kita bangga Horeb ini bisa,” tandasnya.

Di bagian lainnya Pdt.Wangkay menekankan untuk menjadi garam dan terang itulah nomor satu.

“Mari kita lihat kedalaman diri kita sendiri. Dengan kata lain, kita harus bercermin merefleksikan segala sesuatu yang sudah kita kerjakan sampai hari ini. Lalu pertanyaannya ini, masih adakah orang masuk gereja ya? GPIB Horeb 40 tahun ke depan masih ada orang masuk gereja gak ya? Maaf jangan banyak ngomong. Do the best something to Jesus Christ. Now, kerja jangan cuma ngomong. Jaga persekutuan. Jangan baperan pecah-pecah hanya karena kepentingan. Jaga persekutuan supaya PT – GP dia menerima warisan yang manis, legasinya bagus, diacungi jempol. Ini kalau bukan karena ayah ibu kita, oma-opa kita, kita gak akan begini dan bukan sebaliknya saling mencela. Itu berarti ajakan firman Tuhan jadi garam dan terang yang coba diimplementasikan,” terangnya.

Pdt.Adriano juga menyinggung soal PKUPPG ke 3 dan program prioritas yang harus dipahami oleh semua warga GPIB. Dengan bahasa yang sederhana dan relevan lewat contoh sehari-hari yang disampaikan, jemaat yang hadir ikut larut saat kotbah dibawakan.

Ibadah yang berlangsung di gedung gereja tak hanya dihadiri anggota PKB GPIB Horeb tetapi juga lintas pelkat sehingga cukup meriah.(lip)

About the Author

GPIB

Administrator

GPIB

Visit Website View All Posts

Tinggalkan Komentar / Pesan Anda disini

Post navigation

Previous: Bulan GERMASA GPIB 2026 Resmi Dibuka, Pdt. Semuel Karinda: Ibadah Harus Menghasilkan Perubahan Hidup

Related Stories

WhatsApp Image 2026-07-12 at 08.49.07
  • Featured
  • Kegiatan
  • SINODE
  • Slide

Pnt.Ivan: Memaknai Kekudusan Tidak Sulit

GPIB July 12, 2026
WhatsApp Image 2026-07-11 at 19.26.23
  • Kegiatan
  • Kegiatan PELKAT
  • PELKAT PKB
  • SINODE

Ibadah HUT PKB ke 45 tahun Dibalut Seni Osing Banyuwangi

GPIB July 11, 2026
WhatsApp Image 2026-07-11 at 16.02.02
  • Kegiatan
  • Kegiatan PELKAT
  • PELKAT PKB
  • SINODE

Tony Wenas: “Jadilah Kaum Bapak Teladan”

GPIB July 11, 2026

Kategori Artikel

  • DIAKONIA
  • Featured
    • Slide
  • INFO VIKARIS
  • Kegiatan
    • DIAKONIA
    • Misioner
      • GERMASA
  • Kegiatan PELKAT
    • PELKAT GP
    • PELKAT PA
    • PELKAT PKB
    • PELKAT PKP
    • PELKAT PT
    • PLEKAT LANSIA
  • PELEMBAGAAN
  • PELKES
  • Perspektif
    • Arcus
    • Inspirasi
    • Sosok
  • SINODE
    • Agenda
    • Pesan-Pesan
    • PSR XXII
  • STIKES
    • YAYASAN
      • YANKES

Hubungi Kami

Majelis Sinode GPIB
Jl. Merdeka Timur. No.10
Gambir, Kota Jakarta Pusat
Jakarta, Indonesia
P: (021) 384 2895
P: (021) 384 9917
F: (021) 385 9250
E: admin@gpib.or.id

Direktori

  • Yayasan
  • Departemen
  • Musyawarah Pelayanan
Copyright © GPIB Indonesia | MoreNews by AF themes.